Jennifer Coppen Menangis Saat Doa untuk Mendiang Ibunya Dipanjatkan Jelang Pernikahan

Jennifer Coppen Menangis Saat Doa untuk Mendiang Ibunya Dipanjatkan Jelang Pernikahan

Suasana haru menyelimuti kediaman Jennifer Coppen saat ia menggelar prosesi pengajian menjelang hari pernikahannya dengan pesepak bola Justin Hubner pada Jumat, 12 Juni 2026. Acara yang disiarkan langsung melalui stasiun televisi SCTV tersebut menjadi momen yang sangat emosional bagi Jennifer, terutama ketika doa-doa dipanjatkan untuk orang-orang terkasih yang telah berpulang, termasuk mendiang ibunya, Hotimah Imaniar.

Dalam ruangan yang didekorasi dengan nuansa warna pink yang lembut, Jennifer Coppen tampil memukau dalam balutan busana muslim berwarna putih gading. Penampilannya tampak semakin anggun dengan tambahan veil yang dihiasi detail ornamen kupu-kupu yang cantik. Meskipun dikelilingi oleh keluarga besar yang memberikan dukungan penuh, kehadiran mendiang ibunya tetap terasa melalui potret Hotimah Imaniar yang diletakkan tepat di kursi samping Jennifer. Kehadiran foto tersebut menjadi simbol bahwa meski sang ibu tidak bisa menyaksikan hari bahagianya secara langsung, restu dan doa dari mendiang tetap menyertai langkah Jennifer menuju babak baru kehidupannya.

Acara pengajian dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, tepatnya surat An Nisa ayat 1 yang dibacakan oleh seorang qoriah dengan penuh khidmat. Suasana ruangan yang semula tenang seketika berubah menjadi haru saat pembacaan doa untuk mendiang ibunda dimulai. Jennifer Coppen, yang sejak awal acara tampak tegar, tidak mampu lagi membendung air matanya. Ia terlihat beberapa kali menyeka pipinya dengan tisu, menunjukkan betapa mendalam kerinduannya terhadap sang ibu di hari yang seharusnya menjadi momen puncak kebahagiaannya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257676/original/017872600_1781250660-1001367534.jpg)
Momen tersebut tidak hanya tertuju pada mendiang sang ibu, namun juga untuk almarhum suami pertamanya, Yitta Dali Wassink. Pembacaan surat Al-Fatihah secara bersama-sama dipanjatkan dengan khusyuk untuk mendoakan ketenangan arwah keduanya. Jennifer sendiri turut melantunkan beberapa surat pendek dalam Al-Qur’an, seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, dan An-Nas, dengan suara yang sesekali bergetar menahan kesedihan yang mendalam. Pengajian tersebut kemudian ditutup dengan prosesi sungkeman, di mana Jennifer memohon restu kepada orang tua dan keluarga besarnya untuk memulai kehidupan baru bersama Justin Hubner. Sungkeman ini menjadi klimaks dari rangkaian prosesi adat yang penuh makna, mencerminkan kedewasaan dan rasa hormat Jennifer kepada orang-orang yang telah membesarkannya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257324/original/051052400_1781235764-20260612_102220.jpg)
Sebelum rangkaian acara adat ini berlangsung, baik Jennifer Coppen maupun Justin Hubner telah lebih dulu membagikan antusiasme mereka melalui media sosial. Keduanya tampak begitu ceria dalam foto-foto yang diunggah, memancarkan aura kebahagiaan yang menular kepada para pengikut mereka. Jennifer menuliskan pesan singkat yang menyentuh, "Washed in blessings, guided by love, ready for forever," yang bermakna bahwa mereka kini merasa diselimuti oleh doa restu dan dituntun oleh cinta untuk siap melangkah selamanya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257448/original/081969600_1781242461-InShot_20260612_111941327.jpg)
Di sisi lain, Justin Hubner juga mengungkapkan perasaannya dengan cara yang tidak kalah romantis. Ia menuliskan, "Cleansing the soul, honoring tradition, embracing new chapter," yang mencerminkan rasa hormatnya terhadap budaya Indonesia yang sedang ia jalani sebagai bagian dari prosesi menuju pernikahan. Ungkapan ini menunjukkan bahwa bagi Justin, pernikahan ini bukan sekadar upacara formalitas, melainkan sebuah komitmen mendalam yang melibatkan penghormatan terhadap nilai-nilai keluarga dan tradisi yang dipegang teguh oleh calon istrinya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257453/original/044273900_1781243419-Oh-Hyeon-gyu.jpg)
Hubungan Jennifer dan Justin sendiri mulai mencuat ke publik pada akhir tahun 2024. Awalnya, netizen mulai menaruh curiga setelah sering melihat interaksi manis di antara keduanya dalam sesi siaran langsung (Live) di Instagram maupun TikTok. Komentar-komentar yang dilontarkan Justin saat Jennifer sedang menyapa penggemarnya sering kali memancing rasa penasaran netizen, hingga akhirnya publik ramai menjodohkan keduanya. Meski pada masa awal Jennifer sering menegaskan bahwa mereka hanya teman dekat, seiring berjalannya waktu, dukungan Justin terhadap Jennifer terlihat sangat nyata.

Salah satu bukti keseriusan Justin adalah kehadirannya dalam berbagai momen penting Jennifer, termasuk saat ia terbang jauh ke Jepang hanya untuk menyaksikan Jennifer dan memberikan dukungan saat Timnas Indonesia berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kedekatan Justin juga meluas hingga ke putri semata wayang Jennifer, Kamari. Justin bahkan secara terbuka menyatakan bahwa ia telah menganggap Kamari sebagai anaknya sendiri. Dalam sebuah unggahan emosional saat merayakan ulang tahun kedua Kamari pada Agustus 2025, Justin menuliskan, "Happy birthday to my little princess. I don’t care what anyone says I see you as my daughter I will always protect you and taking care of you." Pernyataan ini menjadi bukti kuat bahwa Justin bukan hanya mencintai Jennifer, tetapi juga berkomitmen penuh untuk melindungi dan merawat keluarga kecil yang akan mereka bangun.

Perjalanan cinta mereka akhirnya sampai pada titik yang membahagiakan saat Justin Hubner melamar Jennifer Coppen pada bulan Desember 2025. Dengan penuh percaya diri, Justin mengumumkan lamaran tersebut dengan keterangan foto yang ikonik, "Future Mr & Mrs Hubner." Kabar ini disambut hangat oleh para penggemar yang sejak lama mengikuti perkembangan hubungan mereka.

Bagi masyarakat yang menantikan hari bahagia ini, pihak penyelenggara telah mengumumkan jadwal resmi rangkaian prosesi pernikahan. Setelah prosesi pengajian dan siraman selesai, SCTV dijadwalkan akan menayangkan secara eksklusif momen akad nikah pada hari Sabtu, 13 Juni 2026, pukul 09.35 WIB. Tidak berhenti di situ, kemeriahan akan berlanjut pada resepsi pernikahan yang rencananya akan disiarkan pada hari Senin, 15 Juni 2026, pukul 14.40 WIB. Pernikahan ini diprediksi akan menjadi salah satu acara paling dinanti di tahun 2026, mengingat popularitas keduanya di mata publik.

Persiapan pernikahan ini sendiri diketahui telah mencapai tahap akhir. Jennifer sempat membocorkan bahwa ia telah menyiapkan delapan busana yang akan ia kenakan selama rangkaian acara pernikahan di Bali. Setiap detail busana telah dipikirkan dengan matang untuk menonjolkan sisi elegan namun tetap membawa sentuhan tradisional. Keputusan untuk menggelar pernikahan selama dua hari di Pulau Dewata tersebut juga menunjukkan keinginan mereka untuk merayakan momen sakral ini dengan khidmat bersama orang-orang terdekat di lokasi yang memiliki kenangan tersendiri bagi mereka.

Kisah cinta Jennifer Coppen yang penuh dengan lika-liku kehidupan, terutama setelah kepergian mendiang suami pertamanya, Dali Wassink, membuat banyak orang merasa terharu dengan langkah barunya bersama Justin. Netizen melihat Jennifer sebagai sosok yang tangguh dan layak mendapatkan kebahagiaan. Dukungan moral yang terus mengalir dari para pengikutnya di media sosial menjadi penyemangat tersendiri bagi Jennifer untuk bangkit dan menatap masa depan.

Dalam beberapa kesempatan, Jennifer juga sering mengungkapkan betapa ia sangat bersyukur bisa menemukan sosok pendamping seperti Justin yang tidak hanya mencintainya apa adanya, tetapi juga mampu menerima masa lalunya dengan tangan terbuka. Justin, di mata Jennifer, adalah sosok yang sangat dewasa dan bertanggung jawab, kualitas yang ia cari dalam seorang pendamping hidup. Begitu pula dengan keluarga besar Jennifer yang kabarnya sudah memberikan restu penuh kepada Justin, melihat bagaimana sang pesepak bola tersebut begitu tulus menyayangi Kamari dan Jennifer.

Acara pengajian yang penuh air mata kemarin menjadi pengingat bahwa di balik segala kemewahan dan perhatian publik yang tertuju pada pernikahan mereka, tetap ada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas yang dijunjung tinggi. Doa-doa yang terucap untuk mendiang orang tua dan keluarga yang telah tiada adalah bentuk penghormatan terakhir sebelum Jennifer memasuki lembaran baru sebagai seorang istri.

Kini, seluruh mata tertuju pada hari esok saat janji suci diucapkan. Banyak pihak yang berharap agar pernikahan ini membawa kedamaian dan kebahagiaan yang langgeng bagi Jennifer Coppen dan Justin Hubner. Dengan segala persiapan yang matang, dukungan keluarga, dan cinta yang tulus di antara keduanya, harapan akan masa depan yang cerah tampak begitu nyata bagi pasangan yang akan segera menyandang gelar Mr. dan Mrs. Hubner ini. Pernikahan ini akan menjadi babak baru yang bukan hanya merayakan persatuan dua insan, tetapi juga perayaan akan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan hidup menuju kebahagiaan yang hakiki.
