Ada Kemiripan Atur Strategi Investasi dengan Bermain Game

Dunia investasi dan dunia eSports, khususnya permainan kompetitif seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), sekilas tampak seperti dua kutub yang berseberangan. Namun, di balik layar kaca ponsel dan grafik pergerakan saham, terdapat pola pikir strategis yang hampir identik. Kesamaan ini menjadi sorotan utama dalam gelaran Kapolda Jateng Cup 2026 yang dihelat di De Tjolomadoe Convention Hall, Karanganyar, Sabtu (20/6). Momentum turnamen game ini dimanfaatkan oleh PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) untuk menggaet atensi generasi muda melalui edukasi keuangan berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam program literasi bertajuk "Generasi Jateng Cerdas Rupiah", IPOT mencoba membedah mentalitas gamer dan mentransformasikannya menjadi mindset investor yang tangguh. Perusahaan menilai bahwa karakter yang dibangun melalui game—seperti kemampuan membaca data secara cepat, pengambilan keputusan di bawah tekanan, hingga kedisiplinan dalam menjalankan strategi—merupakan modal krusial yang dibutuhkan oleh seorang investor di pasar modal modern.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261358/original/022817400_1781697976-WhatsApp_Image_2026-06-17_at_18.59.09.jpeg)
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengungkapkan bahwa tren investasi di kalangan generasi muda memang mengalami lonjakan signifikan. Namun, kuantitas ini perlu dibarengi dengan kualitas literasi yang mumpuni. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025 menunjukkan adanya paradoks: tingkat inklusi keuangan kelompok usia 18-25 tahun telah menyentuh angka 89,96 persen, sementara tingkat literasi keuangan mereka baru berada di level 73,22 persen. Kesenjangan ini menjadi lampu kuning bagi industri keuangan, karena banyak anak muda yang mulai terjun ke dunia investasi tanpa pemahaman mendalam tentang manajemen risiko, sehingga rentan terjebak dalam fenomena Fear of Missing Out (FOMO).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263960/original/010628400_1782037170-20250508_121105.jpg)
"Melalui integrasi teknologi AI, kami berupaya menjembatani celah tersebut. Kami ingin membantu generasi muda mengubah keahlian mereka dalam membaca data dan mengambil keputusan taktis di dalam game menjadi fondasi untuk membangun masa depan finansial yang lebih terukur dan sehat," ujar Moleonoto.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516574/original/086754200_1772331275-unnamed__60_.jpg)
Analogi Strategi di Arena Virtual dan Pasar Modal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536975/original/096471500_1774370290-LRT_Libur.jpeg)
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, dalam paparannya yang bertajuk "Rahasia Menjadi Pro Player Finansial di Era AI", menguraikan secara detail bagaimana logika bermain game dapat diadopsi ke dalam portofolio investasi. Menurutnya, Mobile Legends bukanlah sekadar permainan menekan tombol, melainkan simulasi strategi yang menuntut kalkulasi matang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263910/original/058008400_1782032116-367472.jpg)
Pertama, kemampuan membaca map atau situasi permainan dalam Mobile Legends adalah bentuk awal dari analisis pasar. Seorang pemain harus tahu kapan harus menyerang, kapan harus bertahan, dan kapan harus mundur. Hal ini setara dengan kemampuan seorang investor dalam menganalisis data ekonomi, laporan keuangan perusahaan, serta tren pasar global sebelum menentukan posisi beli (buy), tahan (hold), atau jual (sell).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257083/original/063600800_1781194889-siaranpers_pemprov_dki-20260611220603_engu4y_744.jpg)
Kedua, pengelolaan sumber daya atau gold dalam game. Pemain yang cerdas tidak akan menghamburkan emas untuk item yang tidak relevan dengan kondisi pertempuran. Begitu pula dalam investasi, manajemen modal atau money management adalah kunci. Investor yang disiplin akan membagi alokasi asetnya berdasarkan profil risiko dan tujuan jangka panjang, alih-alih menginvestasikan seluruh dananya pada satu instrumen yang sedang tren namun berisiko tinggi.

Ketiga, efektivitas penggunaan skill dan cooldown. Dalam game, penggunaan skill harus tepat sasaran dan memiliki waktu tunggu yang pas. Dalam investasi, ini bisa dianalogikan dengan waktu masuk pasar (market timing). Tidak perlu terburu-buru, investor yang sabar menunggu momen yang tepat sering kali mendapatkan hasil yang jauh lebih optimal daripada mereka yang impulsif.

"Di era AI ini, yang tertinggal bukanlah orang yang tidak memiliki uang, melainkan orang yang tidak tahu bagaimana mengelola uangnya secara bijak. Teknologi AI kini menjadi pendukung utama bagi generasi muda untuk menjadi lebih cerdas dan strategis dalam membangun masa depan finansial," jelas Brigita.

AI Sebagai "Asisten Pro" Investor Ritel

Untuk memfasilitasi kebutuhan generasi digital ini, IPOT memperkenalkan ekosistem investasi berbasis AI yang selama ini lazim digunakan oleh institusi keuangan besar, namun kini telah diadaptasi untuk investor ritel. Fitur-fitur seperti AI Trading, LADI (Layanan Analisis Data Investasi), dan AI Real-Time Cockpit dirancang untuk menghilangkan hambatan psikologis dalam berinvestasi.

Salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan adalah AI Robo Trading. Teknologi ini berfungsi untuk menjaga kedisiplinan investasi. Seringkali, investor ritel gagal karena emosi—seperti keserakahan saat harga naik atau kepanikan saat harga turun. AI Robo Trading membantu investor untuk tetap patuh pada strategi yang telah ditetapkan sejak awal, sehingga keputusan investasi menjadi jauh lebih objektif dan terukur.

Selain itu, keamanan digital menjadi prioritas utama. Mengingat ancaman siber yang semakin canggih, seluruh layanan IPOT dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis, mulai dari autentikasi OTP (One Time Password), device lock, hingga pemantauan ancaman siber berbasis AI yang beroperasi selama 24 jam penuh. Langkah ini krusial untuk membangun kepercayaan bagi generasi muda agar merasa aman saat melakukan transaksi finansial melalui platform digital.

Investasi Sebagai "Endgame" Kehidupan

Edukasi yang dilakukan IPOT di sela-sela turnamen eSports ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk membenahi ekosistem investasi di Indonesia. Generasi muda saat ini berada pada posisi yang unik; mereka adalah penggerak ekonomi digital, namun juga paling rentan terhadap paparan informasi yang menyesatkan.

Dengan menyamakan strategi investasi dengan game, IPOT berhasil mendekati audiens secara relevan. Anak muda kini tidak lagi melihat investasi sebagai hal yang rumit, kaku, dan membosankan, melainkan sebagai sebuah permainan strategis yang menuntut kecerdasan, ketenangan, dan perencanaan jangka panjang. Jika dalam Mobile Legends tujuan akhirnya adalah menghancurkan base lawan untuk meraih kemenangan, maka dalam investasi, tujuan akhirnya adalah mencapai kebebasan finansial di masa depan.

Pemerintah melalui OJK juga terus mendorong literasi keuangan hingga ke tingkat kampus dan komunitas, menyadari bahwa investor muda adalah pilar masa depan Indonesia Emas 2045. Fenomena tingginya partisipasi anak muda dalam pasar modal, aset kripto, dan instrumen investasi lainnya harus diarahkan agar menjadi aset bangsa, bukan malah menjadi beban karena jeratan investasi bodong atau keputusan impulsif.

Kesimpulannya, perpaduan antara teknologi AI dan pola pikir strategis yang terasah dari hobi bermain game dapat menjadi kunci bagi generasi muda untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah ketidakpastian ekonomi global. Investasi yang dilakukan dengan strategi yang matang, disiplin yang tinggi, dan bantuan alat analisis yang akurat, akan memberikan hasil yang berkelanjutan. Seperti halnya pemain profesional yang terus berlatih untuk meningkatkan skill, investor pun harus terus meningkatkan literasi agar tidak "kalah" dalam pertarungan melawan inflasi dan ketidakpastian pasar. Inilah masa depan keuangan Indonesia: cerdas, digital, dan strategis.





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261730/original/044268900_1781756195-IMG_3586.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263328/original/010998600_1781883632-40d61759-e5b4-4164-b814-01ba8afee642.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263345/original/081855100_1781887842-IMG_20260619_205520.v1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263286/original/078037600_1781877229-IMG_4038.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263316/original/003749800_1781881522-IMG_4134.jpeg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3544705/original/095321700_1629348830-ilustrasi-mayat_20170616_132436.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263288/original/023085200_1781878706-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_20.31.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386433/original/064295900_1761008005-8.jpg)













:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8157992/original/006122100_1781012295-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-9_Juni_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262459/original/004254100_1781798299-1000861685.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262444/original/043290500_1781794676-IMG_3679.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6296767/original/046287500_1779171384-Wakil_Ketua_DPR_RI_Sufmi_Dasco_Ahmad-19_Mei_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261359/original/027652100_1781697976-WhatsApp_Image_2026-06-17_at_18.59.09__1_.jpeg)















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259001/original/056000700_1781433120-AP26160613675480.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260716/original/035785700_1781632267-WhatsApp_Image_2026-06-16_at_20.33.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261467/original/074348100_1781706737-WhatsApp_Image_2026-06-17_at_21.29.20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259160/original/090077800_1781488078-BEM_UGM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261447/original/048394200_1781703895-IMG-20260617-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261441/original/075685900_1781702306-6.jpg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260542/original/069588100_1781600358-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260621/original/027907400_1781613027-6ce92bc8-14db-4638-b329-c47e0b60b098.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260608/original/023898800_1781610627-Screenshot_20260616_180850_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257879/original/007857200_1781260715-surat_pencuri_untuk_pemilik_toko.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5555589/original/034645700_1776167675-Taruna_Ikrar__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260117/original/084364700_1781572418-bbc928c6-f773-4b23-9877-dd93fcd03371.jpg)



