Perkuat Literasi Keuangan, Malahayati Consultant Gandeng Satgas PASTI OJK
INDUSTRY.co.id – Jakarta, Pesatnya transformasi digital dalam ekosistem finansial di Indonesia telah menghadirkan revolusi kemudahan akses bagi masyarakat, mulai dari perbankan konvensional hingga beragam aplikasi teknologi finansial (fintech). Namun, di balik kenyamanan dan kecepatan transaksi yang ditawarkan, muncul tantangan krusial yakni kesenjangan literasi keuangan yang kerap memicu kerentanan konsumen terhadap praktik ilegal, penipuan, hingga jebakan pinjaman online (pinjol) ilegal. Menyadari urgensi tersebut, PT Malahayati Nusantara Raya melalui unit bisnisnya, Malahayati Consultant, mengambil langkah progresif dengan memperkuat kolaborasi strategis bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Langkah kolaboratif ini diwujudkan melalui audiensi formal yang dilaksanakan oleh Tim Administrasi dan Kehukuman Malahayati Consultant pada 4 Juni 2026. Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret untuk membangun sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan edukasi, konsultasi, serta pendampingan bagi masyarakat yang terjebak dalam kompleksitas persoalan di sektor jasa keuangan. Dengan membangun saluran komunikasi yang berkesinambungan, Malahayati Consultant dan Satgas PASTI OJK berkomitmen untuk menciptakan sistem perlindungan konsumen yang lebih efektif, akuntabel, dan sepenuhnya selaras dengan koridor regulasi yang berlaku di Indonesia.
Pentingnya penguatan literasi keuangan saat ini tidak bisa ditawar lagi. Data OJK menunjukkan bahwa meskipun inklusi keuangan masyarakat Indonesia terus meningkat, tingkat literasi keuangan seringkali belum berbanding lurus. Ketimpangan ini membuat masyarakat rentan terhadap tawaran investasi bodong dan pinjaman online ilegal yang kerap memanfaatkan ketidaktahuan konsumen. Melalui inisiatif ini, Malahayati Consultant berusaha menutup celah tersebut dengan menyediakan edukasi yang mendalam. Mereka tidak hanya memberikan konsultasi reaktif bagi mereka yang sudah terdampak, tetapi juga melakukan tindakan preventif melalui seminar, diskusi publik, pelatihan, hingga kampanye literasi digital secara masif.
Direktur PT Malahayati Nusantara Raya, Ahmad Maulana, menegaskan bahwa permasalahan di sektor fintech maupun perbankan memiliki dampak yang multidimensi. "Permasalahan di sektor fintech maupun perbankan sering kali tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis serta kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, kami berupaya menghadirkan layanan edukasi, pendampingan, dan pemulihan yang dilakukan secara profesional, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi ketentuan hukum yang berlaku," ujar Ahmad Maulana. Pernyataan ini menyoroti bahwa peran Malahayati Consultant melampaui sekadar konsultasi teknis, melainkan menyentuh aspek kemanusiaan dan perlindungan hak konsumen.
Dalam kerangka kolaborasi dengan Satgas PASTI OJK, Malahayati Consultant memosisikan diri sebagai jembatan informasi. Sinergi ini diyakini akan memperluas jangkauan layanan edukasi, sehingga masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh akses terhadap informasi yang benar dan valid. Seringkali, masyarakat menjadi korban karena tidak mengetahui prosedur pengaduan yang tepat atau tidak memahami legalitas sebuah entitas keuangan. Dengan dukungan data dan arahan dari Satgas PASTI OJK, Malahayati Consultant kini memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk memberikan solusi yang tepat sasaran bagi setiap nasabah atau masyarakat yang sedang menghadapi sengketa atau persoalan hukum di sektor jasa keuangan.
Penguatan literasi ini juga difokuskan pada peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap modus-modus baru kejahatan siber. Di era digital, pelaku kejahatan keuangan semakin canggih dalam memanfaatkan data pribadi dan memanipulasi psikologi korban. Oleh karena itu, Malahayati Consultant mengintegrasikan kurikulum edukasi yang mencakup keamanan data pribadi (cyber hygiene) dalam setiap program pelatihan mereka. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya pandai mengelola uang, tetapi juga cakap dalam melindungi identitas digital mereka dari eksploitasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Lebih jauh, kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem keuangan yang lebih sehat. Ketika literasi masyarakat meningkat, maka permintaan terhadap layanan keuangan ilegal akan menurun secara alami. Hal ini secara langsung akan membantu pemerintah dan OJK dalam menekan angka pertumbuhan entitas keuangan ilegal yang selama ini meresahkan. Malahayati Consultant meyakini bahwa pemberantasan keuangan ilegal tidak bisa dilakukan oleh otoritas saja, melainkan membutuhkan peran serta sektor swasta dan konsultan profesional yang memiliki visi pengabdian masyarakat.
Dalam jangka panjang, Malahayati Consultant berkomitmen untuk terus berinovasi dalam metode penyampaian literasi. Mereka merencanakan pengembangan platform edukasi berbasis digital yang dapat diakses oleh masyarakat luas secara gratis. Konten yang disajikan nantinya akan dikurasi langsung berdasarkan pedoman dari Satgas PASTI OJK, sehingga akurasi informasi dapat terjamin. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, melainkan memiliki tanggung jawab sosial (CSR) yang besar terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.
Selain aspek edukasi, peran pendampingan hukum yang dilakukan Malahayati Consultant juga menjadi elemen krusial. Dalam banyak kasus, masyarakat yang terjerat pinjaman ilegal merasa takut dan terintimidasi oleh penagih utang (debt collector) yang tidak etis. Malahayati Consultant hadir sebagai mitra pendamping yang memberikan pemahaman hukum, sehingga masyarakat tahu bahwa mereka memiliki hak-hak yang dilindungi oleh undang-undang. Pendampingan ini dilakukan dengan mengedepankan prosedur hukum yang benar, membantu proses mediasi, hingga memberikan pendampingan dalam pelaporan kepada otoritas terkait jika ditemukan unsur pelanggaran pidana.
Sinergi antara pelaku industri konsultasi dan regulator seperti Satgas PASTI OJK merupakan model kolaborasi yang ideal dalam menghadapi tantangan ekonomi digital saat ini. Ke depan, Malahayati Consultant akan terus memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa suara masyarakat didengar dan hak-hak mereka terlindungi. Dengan semakin kuatnya literasi keuangan, diharapkan masyarakat Indonesia tidak lagi menjadi objek eksploitasi oleh entitas ilegal, melainkan menjadi pelaku ekonomi yang cerdas, bijak, dan memiliki ketahanan finansial yang tangguh dalam menghadapi dinamika industri jasa keuangan yang terus berubah.
Langkah strategis yang diambil Malahayati Consultant ini mencerminkan dedikasi perusahaan terhadap nilai-nilai integritas dan profesionalisme. Dengan menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya, Malahayati Consultant telah membuktikan bahwa sektor jasa keuangan dapat dijalankan dengan cara yang humanis dan edukatif. Melalui penguatan literasi keuangan yang berkesinambungan, masyarakat diharapkan semakin mampu mengambil keputusan finansial secara bijak, sehingga tercipta ketahanan ekonomi keluarga yang lebih baik, yang pada akhirnya akan berkontribusi positif bagi stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan.
Sebagai penutup, Malahayati Consultant menegaskan bahwa perjalanan mereka untuk mengedukasi masyarakat baru saja dimulai. Dengan dukungan penuh dari Satgas PASTI OJK, mereka optimis bahwa perlindungan konsumen di Indonesia akan semakin membaik. Perusahaan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu mencari bantuan atau informasi melalui kanal resmi yang disediakan, serta terus meningkatkan kewaspadaan dalam setiap transaksi keuangan digital. Komitmen untuk menghadirkan layanan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat akan terus menjadi fondasi utama bagi Malahayati Consultant dalam mengarungi masa depan industri jasa keuangan yang semakin kompleks namun penuh peluang bagi mereka yang teredukasi dengan baik.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8626623/original/051955700_1782621797-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_11.26.21.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8626390/original/034675000_1782621525-IMG_1658.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625462/original/014558000_1782619506-IMG_1663.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625720/original/033203000_1782620226-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_11.13.28.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8541099/original/093711400_1782478511-Jepretan_Layar_2026-06-23_pukul_19.52.31.jpg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8540352/original/073465000_1782477289-Prabss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550839/original/029409500_1775710216-foto2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8540535/original/035193100_1782477533-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_19.36.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5080101/original/064595300_1736158589-20250106-Dapur_MBG-MER_1.jpg)









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4019601/original/096143900_1652264669-polri_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263245/original/058604000_1781871008-Presiden_ke-7_Jokowi_di_Solo.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8517751/original/068643200_1782443762-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_10.06.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386433/original/064295900_1761008005-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480233/original/076052500_1782391991-IMG-20260625-WA0091.jpg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8462496/original/050198600_1782362474-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_11.31.21.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8462463/original/093281200_1782362426-20260624_145049.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3101500/original/039968900_1586845584-shutterstock_400172368.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4244425/original/068669400_1669778962-ilustrasi_korupsi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4295762/original/070036900_1674104872-ilustrasi_korupsi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8407256/original/046658400_1782290239-150838.jpg)




