Lampaui Steven Gerrard, Mohamed Salah Cetak Rekor Assist Terbanyak Liverpool di Liga Inggris

Lampaui Steven Gerrard, Mohamed Salah Cetak Rekor Assist Terbanyak Liverpool di Liga Inggris
Akses.co.id – Mohamed Salah tidak hanya mengukir sejarah baru bagi Liverpool, tetapi juga menempatkan namanya secara permanen dalam buku rekor Liga Inggris. Dalam laga pamungkas musim 2025-2026 di Stadion Anfield yang dipenuhi emosi perpisahan, winger Mesir itu berhasil mencatatkan assist ke-93 di Premier League, sebuah angka yang melampaui rekor assist terbanyak yang sebelumnya dipegang oleh legenda klub, Steven Gerrard. Prestasi luar biasa ini dicapai melalui sebuah umpan matang yang berujung gol indah dari Curtis Jones ke gawang Brentford. Momen ini menjadi penanda penting dalam perjalanan panjang Salah bersama The Reds, sekaligus menggarisbawahi kontribusinya yang tak ternilai di luar sekadar mencetak gol.
Gol yang dicetak Curtis Jones, berkat assist brilian dari Salah, sempat membawa Liverpool unggul dalam pertandingan yang seharusnya menjadi perayaan akhir musim. Namun, semangat juang Brentford tidak padam, dan mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Meskipun hasil akhir laga ini tidak ideal, rekor assist Salah menjadi sorotan utama. Dengan 93 assist di Premier League, ia tidak hanya melampaui Steven Gerrard yang sebelumnya memegang rekor assist terbanyak Liverpool dengan 92 assist, tetapi juga menyamai catatan legendaris Dennis Bergkamp. Prestasi ini menempatkan Salah di urutan keenam dalam daftar sepanjang masa pemberi assist terbanyak di Liga Inggris, sebuah pencapaian yang prestisius di liga paling kompetitif di dunia.
Rekor yang dipecahkan Salah pada laga kandang terakhirnya ini terasa semakin istimewa mengingat ia telah mengonfirmasi kepergiannya dari Liverpool di akhir musim 2025-2026. Selama membela panji The Reds sejak didatangkan pada tahun 2017, Mohamed Salah telah menjelma menjadi ikon modern klub. Kontribusinya dalam mencetak gol sangatlah fenomenal. Ia total berhasil menceploskan 257 gol di seluruh kompetisi yang diikuti Liverpool, menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah klub. Hanya dua legenda, Ian Rush dan Roger Hunt, yang berada di atasnya dalam daftar pencetak gol abadi Liverpool. Angka ini menjadi bukti nyata betapa sentralnya peran Salah dalam kesuksesan Liverpool selama hampir satu dekade terakhir, baik sebagai kreator peluang maupun sebagai penyelesai akhir yang mematikan.
Namun, di balik catatan rekor individu yang gemilang, musim 2025-2026 harus diakui meninggalkan rasa kekecewaan yang mendalam bagi Liverpool. Meskipun berhasil mengamankan tiket ke Liga Champions, finis di posisi empat besar terasa kurang memuaskan. Hasil imbang melawan Brentford di laga penutup membuat tim asuhan Jurgen Klopp mengakhiri musim dengan total 60 poin. Angka ini merupakan yang terendah bagi tim yang berhasil menembus zona Liga Champions dalam beberapa musim terakhir. Hal ini mengindikasikan adanya inkonsistensi performa sepanjang musim yang membuat mereka kesulitan bersaing memperebutkan gelar juara atau bahkan posisi yang lebih tinggi di klasemen.
Kapten tim, Virgil van Dijk, tidak berusaha menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap jalannya musim yang telah dilalui. Bek tangguh asal Belanda ini secara terbuka mengakui bahwa pencapaian finis di zona Liga Champions adalah satu-satunya hal positif yang bisa diambil dari musim yang menurutnya "buruk". Ia menekankan pentingnya momen perpisahan dengan para legenda klub, termasuk dirinya yang dikabarkan akan menyusul jejak Salah meninggalkan Anfield, sebagai fokus utama saat ini. "Sekarang kita akan mengucapkan selamat tinggal kepada para legenda klub dan fokus kita saat ini adalah pada hal itu. Terus maju dan berkembang," ujarnya dengan nada tegas namun penuh harapan.
Van Dijk juga memberikan pandangan jujur mengenai tekanan mental yang dihadapi skuad sepanjang musim ini. Ia menggambarkan musim 2025-2026 sebagai musim yang paling menantang dalam karier profesionalnya. "Ini adalah tahun paling menantang dalam karier saya. Sulit untuk menerimanya, sulit untuk melewatinya sebagai sebuah tim," aku Van Dijk. Ia mengakui bahwa dinamika kompetisi yang ketat dan ekspektasi tinggi yang selalu menyertai nama Liverpool menjadi beban tersendiri. Namun, sebagai seorang pemimpin, ia tetap menunjukkan mentalitas juang yang tinggi. "Tapi kami adalah Liverpool. Kami selalu keluar dari situasi ini dengan lebih kuat," pungkasnya dengan optimisme yang khas, menyiratkan keyakinan bahwa klub akan bangkit dari keterpurukan dan kembali menjadi kekuatan dominan di masa depan.
Perpisahan Mohamed Salah dan potensi kepergian beberapa pemain kunci lainnya, termasuk Virgil van Dijk, menandai akhir dari sebuah era kejayaan bagi Liverpool. Namun, rekor assist Mohamed Salah yang melampaui Steven Gerrard menjadi bukti abadi dari warisan luar biasa yang ia tinggalkan. Angka 93 assist di Premier League bukan sekadar statistik, melainkan simbol dari visi permainan, kemampuan membaca situasi, dan kualitas umpan yang dimiliki Salah, yang telah berkontribusi besar dalam menciptakan momen-momen magis bagi The Reds. Ia telah membuktikan diri bukan hanya sebagai pencetak gol ulung, tetapi juga sebagai maestro assist yang mampu membuka pertahanan lawan dengan presisi tinggi.
Pencapaian ini juga menyoroti betapa dinamisnya peran seorang pemain sayap di era sepak bola modern. Mohamed Salah, dengan kecepatan, dribbling memukau, dan kemampuan tekniknya, mampu beradaptasi menjadi ancaman ganda bagi lawan. Ia tidak hanya mampu mencetak gol dari berbagai posisi, tetapi juga memiliki kesadaran taktis yang tinggi untuk memberikan umpan-umpan krusial kepada rekan-rekannya. Kemampuannya untuk menciptakan peluang dari situasi yang tampaknya mustahil telah menjadi ciri khasnya dan membuat Liverpool menjadi tim yang sulit diprediksi dan dikalahkan.
Dampak kepemimpinan Steven Gerrard sebagai kapten dan gelandang legendaris Liverpool tidak dapat disangkal. Ia adalah roh perjuangan, inspirator di lapangan, dan seringkali menjadi penentu hasil pertandingan melalui gol-gol krusial dan assistnya. Memecahkan rekor assistnya, apalagi di era yang berbeda dengan tuntutan fisik dan taktik yang lebih tinggi, menunjukkan betapa luar biasanya kontribusi Mohamed Salah. Ia telah mengukir namanya sejajar, bahkan melampaui, beberapa nama terbesar dalam sejarah klub, dan pencapaian ini akan selalu dikenang oleh para penggemar Liverpool.
Meskipun musim 2025-2026 berakhir dengan catatan yang kurang memuaskan secara tim, fokus pada pencapaian individu seperti rekor assist Mohamed Salah memberikan secercah kebanggaan. Ini adalah pengingat bahwa di tengah kesulitan, ada momen-momen luar biasa yang patut dirayakan. Rekor ini juga akan menjadi tolok ukur bagi para pemain Liverpool di masa depan. Siapa pun yang datang setelah Salah akan memiliki standar yang tinggi untuk dicapai, terutama dalam hal kontribusi assist.
Kepergian Salah dari Anfield akan meninggalkan kekosongan yang besar. Kecepatan, gol, dan assistnya telah menjadi bagian integral dari identitas Liverpool selama bertahun-tahun. Namun, seperti yang dikatakan Virgil van Dijk, Liverpool adalah klub yang selalu bangkit lebih kuat. Dengan fondasi yang telah dibangun oleh para pemain seperti Salah dan Gerrard, serta semangat juang yang terus diwariskan, klub ini akan terus berinovasi dan mencari cara untuk kembali meraih kejayaan. Rekor assist Mohamed Salah di Liga Inggris akan menjadi salah satu babak paling cemerlang dalam sejarah panjang dan gemilang Liverpool, sebuah bukti nyata dari kehebatan seorang pemain yang telah memberikan segalanya untuk seragam merah kebanggaan.
