CSAP Catat Pendapatan Rp17,5 T di 2025, Bagi Dividen Meski Daya Beli Lesu

CSAP Catat Pendapatan Rp17,5 T di 2025, Bagi Dividen Meski Daya Beli Lesu
PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), perusahaan distribusi dan ritel modern bahan bangunan terbesar di Indonesia, resmi mengumumkan kinerja keuangan sepanjang tahun 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa. Di tengah tantangan ekonomi global dan pelemahan daya beli masyarakat, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp17,5 triliun, tumbuh 1,5% dibandingkan realisasi tahun 2024 yang berada di angka Rp17,3 triliun. Dari pendapatan tersebut, CSAP berhasil mengamankan laba bersih sebesar Rp120 miliar.
Keberhasilan perseroan dalam menjaga tren positif di tengah tekanan ekonomi membuktikan ketangguhan model bisnis yang dijalankan. Idrus Widjajakusuma, Sekretaris Perusahaan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk, mengungkapkan bahwa meski terdapat koreksi cukup dalam pada daya beli masyarakat sepanjang tahun 2025, perseroan tidak kehilangan optimisme untuk terus berekspansi. Pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh kontribusi kinerja toko-toko eksisting serta penambahan jaringan baru, yakni satu toko Mitra10 di Tenth Avenue, Bandung, serta tiga toko Atria di lokasi strategis seperti Tenth Avenue Bandung, Balikpapan, dan Mall of Indonesia, Jakarta.
Sebagai wujud apresiasi kepada para pemegang saham, RUPS telah memberikan persetujuan pembagian dividen tunai sebesar Rp4 per saham. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp22,7 miliar atau setara dengan 18,9% dari laba bersih tahun buku 2025. Langkah ini mencerminkan komitmen perseroan dalam menjaga nilai bagi investor meskipun operasional perusahaan menghadapi tantangan makro ekonomi yang cukup kompleks.
Memasuki tahun 2026, tantangan yang dihadapi perusahaan diprediksi semakin menantang. Ketegangan geopolitik global, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, telah memicu ketidakpastian ekonomi dunia. Dampak ini merembet ke level nasional, terlihat dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta tekanan inflasi yang secara langsung menekan daya beli konsumen. Namun, CSAP mengawali kuartal pertama 2026 dengan performa yang cukup solid. Pada periode 1Q2026, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp4,2 triliun, tumbuh 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Yang lebih impresif, laba bersih perusahaan melonjak tajam sebesar 361% menjadi Rp20 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya menyentuh Rp4 miliar.
Pencapaian laba yang signifikan di kuartal awal 2026 ini memberikan sinyal positif bagi prospek pertumbuhan perseroan sepanjang tahun. Struktur bisnis CSAP saat ini ditopang oleh dua pilar utama, di mana segmen distribusi menyumbang 60% terhadap total penjualan, sementara segmen ritel modern berkontribusi sebesar 40%. Mengantisipasi dinamika pasar yang fluktuatif, manajemen CSAP menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent) dalam menjalankan roda bisnis. Fokus utamanya adalah pada konsolidasi internal, peningkatan efisiensi operasional, serta pengelolaan keuangan yang ketat agar margin tetap terjaga dan pertumbuhan perusahaan bersifat berkelanjutan (sustainable).
Sepanjang tahun berjalan 2026, CSAP telah menunjukkan langkah agresif dalam memperluas jangkauan pasar. Perseroan telah menambah tiga toko Mitra10 yang berlokasi di Imam Bonjol (Denpasar), Perintis (Makassar), dan Pengayoman (Makassar). Selain itu, ekspansi juga dilakukan pada segmen furnitur melalui pembukaan dua toko Atria di TSM Makassar dan Pengayoman, Makassar. Idrus Widjajakusuma menambahkan bahwa untuk sisa periode 2026, perseroan akan tetap fokus pada peningkatan produktivitas toko-toko yang sudah ada (existing stores) sekaligus mengeksekusi rencana pembukaan toko Mitra10 baru di berbagai wilayah dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa.
Strategi transformasi digital melalui konsep Omnichannel menjadi senjata utama CSAP dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen. Dengan memadukan kemudahan berbelanja daring dan pengalaman fisik di toko, pelanggan dapat mengakses layanan 24/7 melalui situs resmi www.mitra10.com dan www.atria.co.id. Integrasi ini memberikan fleksibilitas tinggi, menjadi solusi bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan, perlengkapan rumah, furnitur, matras, hingga perabot rumah tangga secara praktis. Selain kanal web, perseroan juga memperkuat ekosistem digitalnya dengan mengintegrasikan marketplace ternama serta layanan WhatsApp Business Chat yang aktif selama jam operasional toko.
Perjalanan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk sendiri merupakan kisah transformasi yang panjang. Berawal dari sebuah toko cat kecil bernama "Sentosa" seluas 40 meter persegi di Jakarta pada tahun 1966, kini di usianya yang ke-59, CSAP telah bertransformasi menjadi raksasa distribusi dan ritel modern di Indonesia. Portofolio bisnisnya kini mencakup distribusi bahan bangunan, produk konsumen (FMCG), dan bahan kimia.
Jaringan operasional perseroan saat ini sangat masif, mencakup 51 area distribusi bahan bangunan yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, 4 cabang distribusi kimia, dan 54 area distribusi FMCG. Di sektor ritel modern, CSAP mengoperasikan 60 toko Mitra10 sebagai destinasi utama kebutuhan rumah tangga, serta 32 toko Atria yang fokus pada furnitur dan dekorasi. Dengan rekam jejak yang panjang, manajemen yang adaptif, serta strategi ekspansi yang terukur, CSAP optimistis dapat melewati badai ketidakpastian ekonomi di tahun 2026 dengan tetap membukukan pertumbuhan positif, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih, sekaligus terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Fokus pada efisiensi operasional dan penguatan pangsa pasar melalui konsep ritel modern yang terintegrasi akan tetap menjadi kompas utama perusahaan dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompetitif.
