PT Djarum Renovasi 16 Rumah di Rembang, Kucurkan Dana Rp1,2 Miliar Lewat Program RSLH

PT Djarum Renovasi 16 Rumah di Rembang, Kucurkan Dana Rp1,2 Miliar Lewat Program RSLH
PT Djarum kembali menunjukkan komitmen nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perumahan. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang bertajuk Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), perusahaan rokok kretek asal Kudus ini berhasil merampungkan renovasi dan pembangunan ulang terhadap 16 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Inisiatif strategis ini menelan total anggaran mencapai lebih dari Rp1,2 miliar, yang disalurkan sebagai bentuk dukungan konkret bagi keluarga berpenghasilan rendah agar memiliki hunian yang lebih manusiawi, sehat, dan aman.
Serah terima kunci rumah kepada para keluarga penerima manfaat dilakukan secara simbolis di Pendopo Kabupaten Rembang pada Kamis (29/10). Acara ini menjadi momentum penting yang mempertemukan pihak swasta, pemerintah daerah, dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Rembang, H. Harno, didampingi oleh General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto. Selain itu, tampak hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala desa terkait, serta warga penerima bantuan yang tampak haru menyambut wajah baru hunian mereka.
Secara teknis, ke-16 rumah yang mendapatkan bantuan renovasi tersebut tersebar di empat desa di wilayah Kabupaten Rembang. Pembagian distribusinya meliputi enam rumah di Desa Labuhan Kidul dan dua rumah di Desa Bendo yang keduanya berada di Kecamatan Sluke. Sementara itu, empat rumah lainnya berlokasi di Desa Landoh, Kecamatan Sulang, dan empat rumah sisanya berada di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang. Setiap unit rumah mendapatkan alokasi dana bantuan yang berkisar antara Rp70 juta hingga Rp85 juta. Penentuan nominal bantuan ini didasarkan pada hasil survei lapangan yang melihat tingkat kerusakan fisik bangunan serta kebutuhan spesifik dari masing-masing rumah agar layak untuk ditinggali.
Pembangunan rumah dalam program RSLH ini tidak hanya sekadar memperbaiki atap atau dinding yang rusak. PT Djarum menerapkan standar konstruksi yang mengutamakan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesehatan penghuni. Setiap unit hunian dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga dengan memperhatikan ventilasi udara, intensitas pencahayaan alami, sistem sanitasi yang higienis, akses air bersih yang memadai, hingga pembangunan fasilitas toilet pribadi. Dengan dukungan pembiayaan penuh dari PT Djarum, keluarga penerima manfaat kini dibebaskan dari beban biaya material maupun ongkos tukang, sehingga mereka dapat menempati rumah baru tanpa harus berhutang.
Salah satu potret nyata dari keberhasilan program ini adalah kisah Masduqi, seorang warga Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang. Keseharian Masduqi yang bekerja sebagai buruh petani garam di pesisir utara Jawa tentu memiliki tantangan ekonomi yang cukup berat. Sebelum tersentuh program bantuan ini, Masduqi bersama istri dan anak-anaknya tinggal di sebuah bangunan yang jauh dari kata layak. Kondisi rumahnya saat itu sangat memprihatinkan, dengan atap kayu yang sudah rapuh dan sering bocor, dinding yang hanya terbuat dari anyaman bambu atau gedeg, serta lantai yang masih berupa tanah liat.
Kondisi tersebut menciptakan lingkungan rumah yang lembap dan berlumpur setiap kali musim hujan tiba. Ketakutan akan ancaman bangunan roboh selalu menghantui Masduqi dan keluarganya, terutama saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan pesisir tersebut. "Dulu kalau hujan dan angin saya takut rumah roboh. Atap masih kayu, dindingnya gedeg, lantainya juga masih tanah, jadi kalau hujan sering bocor dan rembes," ungkap Masduqi dengan nada haru. Selain itu, ia juga menyimpan impian mendalam untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi buah hatinya, sebuah keinginan yang kini akhirnya terwujud berkat intervensi dari PT Djarum.
Kini, kehidupan Masduqi berubah drastis. Rumahnya telah disulap menjadi hunian yang kokoh, sejuk, dan bersih. Rasa syukur yang mendalam ia sampaikan kepada PT Djarum yang telah mengubah kecemasannya menjadi ketenangan. "Sekarang saya sangat senang, rumahnya sudah lebih adem, bersih, dan nyaman. Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada PT Djarum yang sudah membantu membangun rumah kami," ujarnya. Ia berharap program ini terus berkelanjutan agar keluarga lain yang memiliki nasib serupa dapat merasakan kebahagiaan yang sama.

Bupati Rembang, H. Harno, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi berkelanjutan PT Djarum. Menurutnya, program RSLH ini sangat relevan dengan visi pemerintah daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Harno menilai bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah merupakan kunci sukses dalam percepatan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa rumah yang layak bukan sekadar tempat bernaung, melainkan fondasi dasar bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup dan produktivitas mereka.
Lebih lanjut, Harno menyoroti bahwa hubungan kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Rembang dan PT Djarum telah terjalin dalam jangka waktu yang lama. Kehadiran pabrik Djarum di wilayah tersebut dinilai telah memberikan dampak ekonomi yang positif, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga kontribusi sosial yang konsisten. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Rembang, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Djarum atas wujud nyata kepedulian dan gotong royong dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Rembang," tutur Harno. Ia berharap semangat kolaborasi ini tetap terjaga guna mewujudkan Rembang yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menegaskan bahwa rumah merupakan unit terkecil dalam membangun peradaban sebuah keluarga. Menurutnya, tujuan akhir dari program RSLH ini adalah terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak serta kesehatan fisik dan mental penghuninya. "Rumah yang layak bukan hanya soal berdirinya sebuah bangunan, tetapi bagaimana rumah tersebut mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan sehat bagi penghuninya," jelas Budiharto.
Budiharto menekankan bahwa keterlibatan masyarakat sekitar dalam proses pembangunan menjadi salah satu poin penting dalam program ini. Dengan melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja atau melalui semangat gotong royong, program ini tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga mempererat kerukunan sosial di desa-desa sasaran. Setiap unit rumah dibangun dengan struktur yang aman dari gempa ringan, penataan ruang yang efisien, serta sistem pembuangan limbah yang memenuhi standar kesehatan lingkungan, sehingga diharapkan dapat menekan angka penyakit menular yang kerap muncul di lingkungan hunian kumuh.
Keberlanjutan program RSLH PT Djarum ini sudah terbukti secara masif. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2022, PT Djarum telah menaruh perhatian besar pada sektor perumahan di Jawa Tengah. Hingga tahun 2025, perusahaan ini telah sukses merampungkan renovasi 626 rumah di berbagai wilayah strategis, termasuk Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga. Sepanjang tahun 2026, akselerasi program ini pun semakin ditingkatkan dengan menjangkau lebih banyak titik, dengan total 352 rumah yang telah diperbaiki dan dibangun ulang.
Angka-angka tersebut mencerminkan dedikasi serius PT Djarum untuk terus berkontribusi bagi masyarakat di luar lingkup bisnis utamanya. Dengan menyediakan hunian yang layak, PT Djarum berharap dapat membantu keluarga penerima manfaat untuk lebih fokus dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Ketika kebutuhan dasar akan tempat tinggal telah terpenuhi, beban pikiran keluarga berkurang, dan anak-anak dapat menempuh pendidikan dengan lebih baik di rumah yang mendukung konsentrasi belajar.
Program ini juga menjadi contoh nyata bagi perusahaan swasta lainnya mengenai pentingnya tanggung jawab sosial yang tepat sasaran. Dengan menyasar langsung pada kebutuhan paling mendasar, yaitu rumah, manfaat yang dirasakan oleh masyarakat bersifat jangka panjang dan berkelanjutan. PT Djarum berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan memperluas cakupan program RSLH di tahun-tahun mendatang, dengan harapan semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati hak mereka untuk hidup di hunian yang sehat, aman, dan bermartabat.
Ke depan, sinergi antara PT Djarum dan pemerintah daerah diharapkan dapat terus terjalin dengan inovasi-inovasi sosial yang lebih berdampak. Keberhasilan 16 rumah di Rembang ini menjadi bukti kecil dari upaya besar untuk merajut harapan bagi mereka yang sempat kehilangan asa memiliki tempat bernaung yang layak. Dengan semangat gotong royong dan komitmen perusahaan yang kuat, masa depan hunian bagi keluarga prasejahtera di Jawa Tengah diharapkan dapat terus mengalami perbaikan yang signifikan, menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
