Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Perkuat Kolaborasi Media untuk Dorong Literasi Investasi Emas

Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Perkuat Kolaborasi Media untuk Dorong Literasi Investasi Emas
PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah (Kanwil) IX Jakarta 2 mengambil langkah strategis dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat dengan memperkuat kemitraan bersama insan pers. Melalui ajang Media Gathering bertajuk “Satu Frekuensi, Satu Dedikasi: Kemitraan Strategis Insan Press dan Pegadaian” yang diselenggarakan di Jakarta pada Sabtu (29/8/2026), perusahaan pelat merah ini menegaskan bahwa media adalah pilar utama dalam membangun literasi investasi emas yang sehat dan berkelanjutan di tanah air.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan sebuah forum edukasi mendalam bagi para jurnalis mengenai dinamika perencanaan keuangan berbasis emas. Dalam era di mana akses informasi sangat cepat namun rentan terhadap disinformasi, Pegadaian merasa perlu menggandeng media untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, transparan, dan edukatif terkait pengelolaan aset masa depan melalui instrumen logam mulia.
Dalam pemaparannya, Pegadaian memperkenalkan kembali ekosistem investasi emas yang kini semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Instrumen yang ditawarkan mencakup Tabungan Emas yang fleksibel, Cicilan Emas yang terencana, hingga Arisan Emas yang berbasis komunitas. Tidak hanya itu, perseroan juga memamerkan super apps "TRING by Pegadaian", sebuah inovasi digital yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi, pemantauan harga, hingga penjualan emas dalam genggaman tangan, dengan tingkat keamanan dan transparansi yang tinggi.
Tabungan Emas menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut karena kemampuannya dalam mendemokratisasi akses investasi. Dengan nominal yang sangat terjangkau, masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi kini bisa memiliki emas secara bertahap. Fasilitas penitipan emas dengan biaya murah yang disediakan Pegadaian menjadi solusi bagi mereka yang ingin berinvestasi namun terkendala masalah keamanan penyimpanan. Di sisi lain, program Arisan Emas dihadirkan sebagai instrumen kreatif untuk merencanakan keuangan secara berkelompok, yang terbukti efektif dalam mendorong budaya menabung di tingkat akar rumput.
Lebih dari sekadar instrumen ritel, Pegadaian saat ini telah memantapkan posisinya sebagai pengelola emas terbesar di Indonesia. Dengan mengelola lebih dari 153 ton emas secara nasional, perusahaan memiliki fondasi yang sangat kuat untuk bertransformasi menjadi pemain utama dalam layanan Bullion Services atau Bank Emas di Indonesia. Kesiapan ini didukung oleh pengalaman panjang perusahaan yang selama ini berkecimpung dalam bisnis gadai, di mana lebih dari 90 persen agunan yang dikelola adalah emas. Hal ini membuktikan bahwa Pegadaian memiliki ekosistem fisik, sistem penyimpanan dengan standar keamanan internasional, serta keahlian teknis yang sulit ditandingi oleh lembaga keuangan lainnya.
Terkait pengembangan layanan Bank Emas, Pegadaian telah menyiapkan portofolio produk yang komprehensif, mulai dari Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja berbasis emas, Jasa Titipan Emas bagi korporasi, hingga layanan perdagangan emas. Inovasi ini diyakini akan mengubah paradigma masyarakat dalam memandang emas; bukan lagi sekadar barang pajangan atau aset yang mati, melainkan instrumen ekonomi produktif yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pembiayaan usaha maupun menjaga stabilitas keuangan pribadi.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, dalam sambutannya menekankan bahwa kolaborasi dengan media adalah kunci sukses dalam memenangkan kepercayaan publik. Menurutnya, media memiliki kekuatan untuk menerjemahkan kompleksitas produk keuangan menjadi bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat luas. Sinergi antara Pegadaian dan pers diharapkan dapat menciptakan arus informasi yang searah—yakni "Satu Frekuensi dan Satu Dedikasi"—untuk menghadirkan berita yang tidak hanya informatif, tetapi juga berdampak nyata bagi kesejahteraan finansial masyarakat.
Lebih lanjut, Maryono menjelaskan bahwa penguatan kanal digital melalui aplikasi TRING dan modernisasi infrastruktur penyimpanan adalah bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendukung agenda inklusi keuangan nasional. "Dengan dukungan infrastruktur vault berstandar internasional dan manajemen emas yang mencapai 153 ton, kami siap mendukung penuh implementasi Layanan Bank Emas. Ini adalah langkah nyata kami untuk mewujudkan visi besar ‘Mengemaskan Indonesia’, di mana setiap warga negara memiliki akses dan kesadaran untuk memiliki aset emas sebagai perlindungan nilai ekonomi," tegas Maryono.
Dalam perspektif Pegadaian, peran media kini telah bergeser dari sekadar saluran publikasi menjadi mitra strategis. Di tengah menjamurnya berbagai penawaran investasi bodong dan produk keuangan yang tidak teregulasi, kehadiran media sebagai penyampai informasi yang valid menjadi sangat krusial. Pegadaian berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog, memberikan akses data, dan berdiskusi secara berkala dengan awak media agar tercipta ekosistem informasi yang sehat. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi publik sekaligus memperkuat literasi keuangan masyarakat secara masif.
Penguatan literasi emas ini juga menjadi strategi jitu bagi Pegadaian untuk mempertahankan dominasinya di pasar. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih cerdas dalam memilih instrumen investasi yang aman dan terpercaya, yang pada akhirnya akan mengarahkan mereka untuk memilih Pegadaian sebagai mitra utama. Bagi rekan-rekan media, forum ini juga memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana emas berperan dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, serta bagaimana kebijakan Bank Emas nantinya akan mengubah peta persaingan industri keuangan di Indonesia.
Selain fokus pada edukasi, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 juga berjanji untuk terus melakukan inovasi pada produk-produk yang sudah ada. Mengingat demografi masyarakat Jakarta yang dinamis, kebutuhan akan instrumen investasi yang cepat, mudah, dan fleksibel sangatlah tinggi. Oleh karena itu, sinergi dengan media akan digunakan untuk terus mengomunikasikan setiap pembaruan fitur, promosi, dan edukasi terkait keamanan digital dalam berinvestasi emas.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi dua arah yang intens. Pegadaian menyadari bahwa tanpa dukungan pemberitaan yang edukatif dari media, upaya untuk "Mengemaskan Indonesia" akan berjalan lebih lambat. Oleh karena itu, kemitraan ini bukan hanya bersifat sementara, melainkan sebuah komitmen jangka panjang untuk terus mengawal masyarakat Indonesia menuju kemandirian finansial. Dengan kolaborasi yang solid, Pegadaian yakin bahwa literasi investasi emas bukan lagi menjadi hal yang eksklusif bagi kalangan tertentu, melainkan menjadi kebutuhan dasar bagi setiap keluarga di Indonesia untuk menjamin masa depan yang lebih cerah dan stabil secara ekonomi.
Ke depan, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 berencana untuk memperbanyak forum-forum edukasi serupa yang melibatkan komunitas lebih luas, dengan tetap menjadikan media sebagai corong utama dalam penyebaran pesan edukasi. Hal ini sejalan dengan misi perusahaan untuk terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui produk dan layanan yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan ketenangan pikiran bagi para nasabahnya. Melalui langkah-langkah strategis yang terintegrasi ini, Pegadaian optimis dapat memperkuat posisinya sebagai institusi keuangan terdepan yang berkontribusi nyata pada stabilitas ekonomi nasional melalui instrumen emas yang aman dan terpercaya.
