Uncategorized

PERURI Beri Tali Asih kepada Keluarga Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Oleh | | 10:34 WIB

PERURI Beri Tali Asih kepada Keluarga Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

PERURI bersama sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan solidaritas mendalam dengan memberikan tali asih kepada keluarga dari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dinyatakan hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda pada 7 September 2026. Penyerahan bantuan kemanusiaan ini dilaksanakan di Kantor Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) di Jakarta pada Kamis (24/9/2026), sebagai bentuk nyata kepedulian kolektif terhadap musibah yang menimpa para pejuang informasi dan awak transportasi laut tersebut.

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko PERURI, Farah Fitria Rahmayanti, hadir secara langsung mewakili jajaran manajemen untuk menyampaikan duka cita yang mendalam serta dukungan moral kepada pihak keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran Farah di tengah suasana yang penuh haru ini menegaskan bahwa PERURI tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga memegang teguh tanggung jawab sosial kemanusiaan, terutama dalam merespons musibah yang menimpa insan pers yang memiliki peran krusial dalam mencerdaskan bangsa.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala II BP BUMN, Tedi Bharata, menegaskan bahwa pemberian tali asih ini merupakan wujud empati tulus dari keluarga besar BUMN terhadap musibah yang menimpa delapan orang tersebut. Tedi menyadari sepenuhnya bahwa bantuan materiil yang diberikan tidak akan pernah mampu menggantikan nilai dari sosok yang hilang, namun langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dan korporasi untuk merangkul keluarga di masa-masa sulit. "Tali kasih yang akan kita berikan pada sore hari ini tentu tidak akan bisa menggantikan apa yang hilang. Kami hanya ingin berikhtiar untuk menyampaikan bahwa Bapak dan Ibu tidak sendiri. Kami turut merasakan duka yang mendalam dan berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini," ujar Tedi di hadapan para keluarga korban.

Lebih jauh, Tedi Bharata menekankan bahwa tragedi yang terjadi di perairan Selat Sunda ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak mengenai tingginya risiko yang harus dihadapi oleh para jurnalis maupun pekerja lapangan di sektor transportasi saat mereka menjalankan tugas mulia demi kepentingan publik. Mengingat medan tugas yang sering kali berada di wilayah berbahaya, seperti kawasan erupsi gunung berapi atau lokasi bencana alam, aspek keselamatan kerja (safety) menjadi poin krusial yang harus diperkuat oleh perusahaan media maupun instansi terkait. Tedi berharap agar ke depannya, standar keamanan bagi jurnalis yang meliput di area berisiko tinggi dapat terus ditingkatkan demi meminimalisir risiko serupa di masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, Farah Fitria Rahmayanti mengungkapkan bahwa keterlibatan PERURI dalam inisiatif ini merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen perusahaan untuk mendukung aksi kolaboratif antar-BUMN dalam lingkup kemanusiaan. Menurutnya, sinergi antar-perusahaan negara adalah kunci dalam merespons isu-isu sosial yang memerlukan penanganan cepat dan komprehensif. "Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam setiap upaya kolaboratif BUMN yang bersifat kemanusiaan, khususnya bagi insan pers dan pekerja lapangan yang menjalankan tugas demi kepentingan publik. Kami percaya bahwa dukungan moril maupun materiil ini adalah langkah kecil yang diharapkan mampu meringankan beban keluarga korban," jelas Farah.

Kegiatan penyaluran bantuan ini melibatkan ekosistem BUMN yang luas, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap keselamatan pekerja dan solidaritas terhadap korban bencana adalah napas kolektif perusahaan-perusahaan negara. Selain PERURI, deretan BUMN yang turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini mencakup AirNav Indonesia, Jasa Tirta I, Jasa Tirta II, Pelindo, ASDP Indonesia Ferry, Jasa Marga, PTPN Group, LKBN ANTARA, hingga Antara ETP. Keterlibatan perusahaan-perusahaan strategis ini mencerminkan semangat "BUMN untuk Indonesia" yang senantiasa hadir di tengah masyarakat, baik dalam kondisi stabil maupun dalam situasi darurat bencana.

Peristiwa hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal di Selat Sunda pada awal September 2026 silam telah menarik perhatian publik secara luas. Mengingat lokasi kejadian berada di kawasan aktivitas vulkanik yang dinamis, upaya pencarian dan pertolongan (SAR) terus dilakukan oleh tim gabungan dengan menempuh tantangan cuaca ekstrem dan arus laut yang kuat. Hingga saat ini, status delapan orang tersebut masih dinyatakan hilang kontak, sehingga perhatian dari berbagai pihak, termasuk sektor korporasi BUMN, menjadi penopang kekuatan mental bagi keluarga yang menanti kabar dengan penuh harap.

Dalam perspektif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), bantuan yang diberikan oleh PERURI dan BUMN lainnya melampaui sekadar angka nominal. Tali asih ini mencakup dukungan psikososial dan jaminan keberlangsungan bagi keluarga yang ditinggalkan. Hal ini mencerminkan etika bisnis yang berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan, di mana setiap institusi harus memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap mereka yang mempertaruhkan nyawa demi menyebarluaskan kebenaran dan informasi.

Bagi PERURI, keterlibatan aktif dalam isu kemanusiaan adalah cerminan dari budaya organisasi yang mengutamakan empati. Sebagai perusahaan yang memegang peran vital dalam pencetakan dokumen negara dan sistem keamanan digital, PERURI memahami bahwa stabilitas sosial adalah fondasi dari pembangunan bangsa. Oleh karena itu, ketika ada insan pers yang menjadi korban saat bertugas—di mana pers merupakan pilar keempat demokrasi—perusahaan merasa terpanggil untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengorbanan mereka.

Kegiatan di Kantor BP BUMN ini ditutup dengan sesi doa bersama yang diikuti oleh seluruh perwakilan BUMN dan pihak keluarga. Suasana haru menyelimuti ruangan, namun juga diiringi dengan harapan agar proses pencarian tetap membuahkan hasil yang terbaik. Sinergi antara pemerintah melalui BP BUMN dan perusahaan-perusahaan negara dalam menyikapi tragedi ini diharapkan dapat menjadi preseden baik bagi sektor industri lainnya di Indonesia dalam memperlakukan insan media sebagai mitra strategis yang juga memerlukan perlindungan maksimal.

Ke depannya, PERURI berjanji untuk terus meningkatkan kontribusi sosialnya dalam berbagai bidang, tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan atau lingkungan, tetapi juga pada aspek-aspek kedaruratan kemanusiaan yang melibatkan masyarakat luas. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa BUMN, melalui kolaborasi yang solid, mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersamaan dan memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak musibah di tengah dinamika situasi nasional yang menantang. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan keluarga korban mendapatkan ketabahan lebih dalam menghadapi masa sulit, sembari menanti perkembangan informasi dari tim penyelamat yang masih terus berupaya di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *