Lakon Store Hadirkan PLESIR di BRI JF3 Fashion Festival 2026, Empat Brand Satukan Perspektif
Lakon Store kembali mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif kreatif dalam industri fesyen tanah air melalui presentasi koleksi bertajuk "PLESIR" di panggung bergengsi BRI JF3 Fashion Festival 2026. Ajang yang diselenggarakan di Jakarta ini menjadi saksi bisu bagaimana semangat eksplorasi, transformasi, dan keberagaman perspektif dapat melebur menjadi satu narasi mode yang utuh dan memikat. PLESIR bukan sekadar peragaan busana, melainkan sebuah manifestasi dari perjalanan kreatif empat brand lokal yang berada di bawah naungan Lakon Store, yakni BLEE, By Roam, Komang Tri Jewelry, dan Malina Alba. Keempat brand ini berhasil menyatukan visi dalam sebuah pertunjukan yang mengedepankan konsep recrafted, di mana karya-karya yang ditampilkan lahir dari perjumpaan berbagai pengalaman, memori, dan budaya yang kemudian diterjemahkan menjadi busana yang sangat relevan dengan gaya hidup masyarakat modern.
Lakon Store melalui PLESIR menegaskan keyakinannya bahwa proses kreatif tidak pernah bersifat statis atau berhenti di satu titik. Sebaliknya, kreativitas adalah entitas yang terus berkembang, dibentuk, dan dipahat oleh perjalanan serta perspektif yang berbeda-beda. Dalam panggung BRI JF3 Fashion Festival 2026, setiap brand yang terlibat membawa interpretasi unik yang saling melengkapi, menciptakan sebuah simfoni mode yang berbicara tentang identitas, jati diri, dan transformasi personal.
Brand BLEE tampil memukau dengan koleksi berjudul PRISM, sebuah persembahan yang terinspirasi dari metamorfosis batu permata. Dalam proses pembentukannya, batu mulia melewati tekanan dan waktu yang panjang sebelum akhirnya memancarkan kilau yang abadi. Metafora inilah yang diangkat oleh BLEE untuk merepresentasikan pertumbuhan manusia. Melalui palet warna dan detail desain yang terinspirasi dari batu Maxixe Beryl, Kyanite, hingga Tsavorite Green, BLEE mengajak audiens untuk melihat bahwa perubahan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sebuah proses yang bernilai tinggi. Koleksi ini membuktikan bahwa estetika yang berakar pada fenomena alam dapat diubah menjadi busana yang memiliki kedalaman makna sekaligus keindahan visual yang memanjakan mata.
Bergeser ke ranah yang lebih organik, By Roam mempersembahkan koleksi bertajuk Lautan. Sebagai representasi dari kekayaan biota laut Indonesia, koleksi ini tidak hanya menawarkan estetika fesyen semata, tetapi juga membawa pesan konservasi yang kuat. Dengan menggunakan siluet yang lembut, teknik bordir yang sangat mendetail, serta reinterpretasi kebaya kasual, By Roam berhasil membawa nuansa bahari ke dalam keseharian urban. Koleksi ini dirancang khusus agar dapat dikenakan dalam berbagai aktivitas, sekaligus menjadi pengingat bagi para pemakainya untuk terus menghargai dan menjaga kelestarian laut Indonesia sebagai bagian integral dari identitas bangsa. By Roam membuktikan bahwa fesyen dapat menjadi medium untuk mengampanyekan isu lingkungan tanpa harus mengorbankan gaya.
Di sisi lain, Komang Tri Jewelry membawa sentuhan kemewahan melalui koleksi Tropicana Indonesia. Dalam kategori aksesori, brand ini dengan cerdas memadukan warisan budaya Nusantara dengan pendekatan desain kontemporer. Inspirasi dari seni pahat tradisional Indonesia diolah sedemikian rupa menjadi karya perhiasan modern yang tetap mempertahankan nilai-nilai luhur budaya lokal. Setiap potongan aksesori dalam koleksi ini menjadi bukti konkret bagaimana tradisi tidak harus terkubur oleh waktu, melainkan dapat terus hidup dan relevan melalui sentuhan desain yang inovatif. Komang Tri Jewelry berhasil menempatkan dirinya sebagai jembatan antara masa lalu yang agung dan masa kini yang dinamis.

Melengkapi keberagaman panggung PLESIR, Malina Alba hadir dengan koleksi Sienna yang menjadi antitesis dari dominasi tren warna monokrom. Koleksi ini merupakan sebuah perayaan terhadap warna, tekstur, dan keberanian dalam berekspresi. Dengan mengandalkan siluet oversized yang menawarkan kenyamanan maksimal bagi penggunanya, Malina Alba menyuntikkan detail 3D floral appliqué berbentuk bunga lily yang menambah dimensi visual pada setiap busana. Sienna bukan sekadar koleksi pakaian, melainkan sebuah penghormatan terhadap keindahan alam yang diterjemahkan melalui lensa mode modern. Kehadiran Malina Alba memberikan kontras yang menyegarkan di antara koleksi lainnya, menegaskan bahwa dalam keberagaman perspektif, setiap brand memiliki ruang untuk bersuara dengan caranya sendiri.
Keempat koleksi ini, meski lahir dari latar belakang dan pendekatan yang berbeda, berhasil disatukan dalam satu panggung melalui tema PLESIR. Pertunjukan ini menjadi sebuah perjalanan naratif yang mengisahkan tentang transformasi, keberagaman, dan identitas kolektif sebagai bangsa. Lakon Store ingin menunjukkan kepada publik bahwa kreativitas yang murni sering kali lahir dari titik temu berbagai pengalaman dan sudut pandang. Dengan semangat "Empat Brand. Empat Perspektif. Satu Perjalanan.", PLESIR tidak hanya sekadar peragaan busana, tetapi menjadi perayaan atas ide-ide segar, proses kreatif yang panjang, dan dedikasi dalam mengangkat budaya Indonesia ke kancah yang lebih kontemporer dan global.
BRI JF3 Fashion Festival sendiri, sebagai wadah besar yang menaungi presentasi ini, merupakan inisiatif strategis dari Summarecon yang senantiasa berkomitmen untuk memajukan industri kreatif tanah air. Dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, hingga Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia, menunjukkan betapa strategisnya posisi festival ini dalam ekosistem industri kreatif nasional. Kehadiran PLESIR di tengah rangkaian acara BRI JF3 Fashion Festival 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas brand mampu menciptakan dampak yang lebih besar, baik dari sisi nilai seni maupun nilai ekonomi bagi industri fesyen Indonesia.
Secara keseluruhan, PLESIR oleh Lakon Store di ajang BRI JF3 Fashion Festival 2026 adalah sebuah keberhasilan dalam meramu narasi. Di saat industri fesyen global terus bergerak cepat, Lakon Store memilih untuk melambat sejenak, merenung, dan menggali kembali akar-akar inspirasi yang kemudian diracik ulang dengan teknik yang lebih modern. Keempat brand tersebut tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga menawarkan cerita di balik setiap jahitan, setiap ukiran perhiasan, dan setiap pemilihan warna.
Transformasi yang diusung oleh BLEE, kesadaran lingkungan oleh By Roam, kelestarian budaya oleh Komang Tri Jewelry, dan keberanian berekspresi oleh Malina Alba secara kolektif membentuk sebuah profil baru fesyen Indonesia yang inklusif dan progresif. PLESIR menjadi pengingat bagi pelaku industri bahwa di masa depan, kekuatan sebuah brand tidak hanya terletak pada seberapa banyak koleksi yang dihasilkan, melainkan seberapa dalam nilai-nilai yang dibawa dalam setiap karyanya.
Dengan berakhirnya rangkaian peragaan di BRI JF3 Fashion Festival 2026, PLESIR diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para desainer muda lainnya untuk terus mengeksplorasi potensi lokal dengan sudut pandang yang segar. Lakon Store telah berhasil membuktikan bahwa dengan menyatukan perspektif, batasan-batasan dalam desain dapat ditembus, menghasilkan karya yang tidak hanya memukau di atas catwalk, tetapi juga memiliki tempat di hati konsumen yang kini semakin cerdas dalam memilih busana yang memiliki nilai guna dan nilai filosofis. PLESIR bukan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari babak baru bagi Lakon Store dan keempat brand naungannya dalam membawa fesyen Indonesia menuju cakrawala yang lebih luas dan lebih berwarna. Melalui dedikasi yang tinggi, festival ini telah berhasil membuktikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan intelektual yang luar biasa, siap untuk bersaing dan memikat mata dunia melalui karya-karya yang lahir dari hati dan pikiran yang terbuka.

Leave a Reply